“Hidup tak semudah cocote Mario Teguh.” Kutipan diatas saya ambil dari twitt salah satu teman saya. Maksud kalimat tersebut adalah; hidup itu ga semudah omongan2 Mario Teguh. Hidup memang tidak mudah, beliau(MT) juga tidak mengatakan hidup itu mudah. Kata2nya / cocotan2nya (bhs kasar) memang terdengar mudah, tapi bukan berarti gampang untuk dilakukan. Kalimat2 beliau adalah untuk mensederhanakan pikiran kita - terutama “kita” yang pikirannya kusut karena sedang berada dalam tekanan hidup. Orang2 seperti Mario Teguh atau keluarga dan teman2 yang ada disamping saat susah adalah untuk membantu bila kita sedang stress. Bukan karena mereka lebih wise (well, kalau MT pasti wise lah ya, insyaAllah) tapi disaat otak kita sedang konslet, mereka sedang waras karena mungkin tidak sedang berada dalam kesulitan seperti yang kita alami, sehingga mereka dapat berpikir dengan lebih normal. Inilah salah satu alasan mengapa kita disebut mahluk sosial. Kita butuh orang lain untuk stay positive. Bukan berarti kita ga bisa sendiri, tapi kan manusia juga punya limit. Jadi, jangan sewot kalau mendengar nasehat orang. Ntar, kalau ga diperhatiin, teriak2 “GA ADA YANG PEDULI AMA GUWEH!” sambil lap2 air mata sedot ingus. Gilaran ada yang nasehatin, “NGOMONG EMANG GAMPANG!” urat kepala ampe kaki keluar smua, lambe orang disebut2. Ya kalau ga mau di dengar, dimatiin aja tv-nya. Kalau orangnya ada deket2 ya disuruh pulang saja. Bukan begitu anak2 ?